21
Oct
08

MENYINGKAPI SOAL PERBEZAAN.

Perbezaan merupakan lumrah di muka bumi ini, sebab banyak faktor kenapa manusia selalu berbeza-beza. Mulai dari berbezanya alur pemikiran manusia sampai kepada pemahaman-pemahaman terhadap nash-nash Al-quran dan hadits yang sudah ada. Yang pasti perbezaan dan keragaman itu hal yang pasti yang sudah diciptakan oleh Allah melalui fenomena Alam. Sebab kalau Allah mau, Allah bisa buat seragam sehingga semuanya manusia menjadi makhluk beriman. Jadi keragaman adalah kehendak Allah. Penyeragaman adalah penentangan terhadap kehendak itu. Penolakan terhadap perbedaan dan keragaman sama saja penolakan terhadap perbedaan kelamin! Masakan.. anda mahu andaikata di dunia ini cuma  ada perempuan saja, tidak ada kaum lelakinya. Susah kan?, jika tidak boleh dikatakan mustahil bin tidak mungkin. Namun yang dituntut dari kita adalah bagaimana menyikapi perbedaan (berbeza-beza) itu dengan baik dan bijak.

Secara umum, segala yang ada dalam Islam bisa dibagi dalam dua klasifikasi. Pertama: Sesuatu yang sudah fixed, tidak bergerak, statis dan kadang bersifat universal. Kedua: Ada yang masih bisa di “rubah”, dipengaruhi oleh kondisi ruang dan waktu.

Yang pertama, dalam terminologi disiplin keislaman, disebut dengan “ma’lum min al din bi al dharurah” yaitu sesuatu yang sudah fixed dan tidak bisa diubah-ubah. Seberani atau jahil manapun anda jangan cuba-cuba untuk merubahnya, kecuali kalau anda mau dituduh seleweng, liberal, pluralis dan bahkan kafir dll. Termasuk dalam jenis ini adalah kewajiban shalat, kewajiban puasa Ramadhan dan beberapa hal lainnya yang mendasari rukun islam dan rukun iman.

Klasifikasi kedua adalah bahwa dalam Islam masih ada yang bisa di “rubah”, tidak harga mati. Dalam realitinya kalau anda baca buku-buku keislaman yang jumlahnya jutaan , anda akan sependapat dengan saya, bahwa kategori ini adalah kategori yang dominan dalam hukum Islam hingga saat ini. Bisa di “rubah” di sini disebabkan oleh, diantaranya:

  1. Berbedanya akal fikiran dan kemampuan seseorang dalam meng-analisa suatu permasalahan yang timbul, baik yang berhubungan dengan nash-nash ayat Al-quran, Hadits maupun juga dengan tata bahasa arab itu sendiri.
  2. Berbedanya lingkungan dimana seseorang tinggal, mungkin suatu hukum di tempat A bisa dipraktikkan, tapi hukum tersebut tidak cocok ditempat B. Seperti yang dilakukan oleh Imam As-Syafi’i, yang kita kenal dengan Qaul Qadim ketika beliau di Iraq dan Qaul Jadid ketika di Mesir.
  3. Kecondongan hati dalam menilai suatu dalil. Seperti satu hadits menurut imam fulan lebih kuat dibanding hadits yang lain disisi imam yang lain.
  4. Dan masih banyak lagi, seperti suatu imam mendahulukan Hadits Ahad dibandingkan dengan yang lain dan begitulah seterusnya. Semuanya akan membawa konsekwensi yang berbeda yang membawa kepada perbedaan.

Pertanyaan sekarang adalah apakah berbeda pendapat itu dapat dikatakan bahwa ia merupakan rahmat bagi umat Islam? Tentunya jawaban atas hal ini selalu dilandaskan kepada sebuah hadits yang amat masyhur, yang menyatakan bahwa perbedaan pendapat itu adalah rahmat. Mungkin, sedikit aku ingin mengulas tentang hadits tersebut dan kualitinya. Hadist tersebut berbunyi:

اِخْتِلاَفُ أُمَّتِي رَحْمَةٌ
“Perbedaan pendapat di kalangan umatku adalah rahmat.”

Hadits dengan redaksi seperti ini sebagai yang disebutkan Imam as Suyuthy dalam bukunya: Ad-Durar al-Muntatsirah Fi al-Ahâdîts al-Musytahirah dan Al-Jami’ as-shoghir fi Ahadits al basyir an-Nazir diriwayatkan oleh Syaikh Nashr al-Maqdisiy di dalam kitabnya “al-Hujjah” dan al-Baihaqiy di dalam kitabnya “Ar-risalah Al-asy’ariyah” tanpa sanad. Dan perlu diketahui bahwa untuk menilai suatu hadis tersebut shoheh atau tidaknya yang pertama dikaji adalah sanad hadits (jalur transmisi hadits) dan setelah itu matan hadist.

Penahqiq (analis) buku Ad-Durar al-Muntatsirah Fi al-Ahadits al-Musytahirah, yaitu Syaikh Muhammad Lutfi ash-Shabbagh memberikan komentar: “Hadits ini kualitinya Dha’îf (Lemah). As-Syaikh al-Albany dalam kitabnya Dha’if al-Jami’ (hadist no: 230) dan Silsilah al-Ahadits adha’ifah (hadits no: 57) mengatakan: (hadits ini) La ashla lahu (tidak diketahui sumbernya). Imam as-Sakhawi dalam kitabnya Faydl al-Qadir, jld.I, h.209-212, menukil pendapat imam as-Subki, beliau berkata: “(Hadits ini) tidak dikenal di kalangan para ulama hadits dan saya tidak mengetahui ada sanad yang shahih, dla’if atau mawdlu’ mengenainya.”

Menurut Syaikh Muhammad Luthfi “Perbedaan pendapat itu bukanlah rahmat tetapi bencana akan tetapi ia merupakan hal yang tidak bisa dihindari sehingga yang dituntut adalah selalu berada di dalam koridor syari’at dan tidak menjadi sebab perpecahan, perselisihan dan perang”.

Sekarang dapat ditarik kesimpulan bahwa perbedaan dalam masalah furu’iyyah adalah suatu keniscayaan dan mustahil hal tersebut bisa disatukan dan akan mengurangi nature agama Islam itu sendiri.

Tugas kita selanjutnya sebagai manusia akademis adalah menerangkan kepada masyarakat awam yang ngamuk karena ta’asub/panatik kepada mazhab tertentu, kelompok, kiyai, guru, tokoh dll, bahwa anda bisa berbeda pendapat tanpa harus bermasam muka, tonjok-tonjokkan. Pada dasarnya, ini cuma masalah sikap kita dalam menanggapi perbedaan dan keragaman, jangan sampai dalam menyikapi perbedaan itu anda memutuskan hubungan silaturrahmi yang disebabkan hanya masalah perbedaan yang tidak terlalu mendasar karena silaturrahim merupakan hal yang sangat dianjurkan dalam Islam itu sendiri.

Wallahuallam bhishowab.


3 Responses to “MENYINGKAPI SOAL PERBEZAAN.”


  1. 1 S.A.M
    22 October,2008 at 5:30 am

    Spektrum fahaman kiri kanan ialah satu cara biasa menjelaskan pendirian ideologi agama, satu dimensi.

    Kiri lawan Kanan ialah pentafsiran dialektik yang luas mengenai satu set faktor atau penentu. “Fanatik kiri” dan “Fanatik kanan” biasanya difahami sebagai melambangkan perbezaan yang sangat bertentangan bagi setiap penentuan, namun seseorang atau sesebuah kumpulan boleh berpendirian “kiri” dalam satu hal serta berpendirian “kanan” dalam satu hal lain.

  2. 2 kakashi
    24 March,2009 at 1:08 pm

    salam,saya cuma menumpang lalu kat blog awak..cuma saya ada satu kemusyklan tentang hadith yang awak gunakan yang membawa maksud “perbezaan di kalangan umatku adalah rahmat”. Mengikut apa yang saya pelajari sekarang, hadith berkenaan adalah hadith yang direka-reka dan tidak ada sabad sahih kepada Rasulullah S.A.W. Saya mohon awak semak kembali dengan pakar-pakar hadith kerana takut boleh berlaku penyimpangan dan nasihat saya agar setiap kali sebelum dimasukkan apa-apa ayat Quran atau hadith mohon semak dahulu. Teruskan menulis demi kebaikan umat! Umat Islam mesti pandai menulis! =)

  3. 3 kakashi
    24 March,2009 at 1:10 pm

    maaf sebab saya xbaca habis post awak..sori..betulla ape yg awak buat tu.ok


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


HARI INI

  • 47,554 PELAWAT

PROUDLY ACCLAIM:

All Malaysian Bloggers Project

KLIK DISINI UNTUK POST LAMA:

October 2008
S M T W T F S
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

HIJRIAH

PREVIOUS POSTS

Bebaskan Raja Petra dan Teresa Kok

RSS SEPAK AJE!!

  • MH370: Krisis komunikasi seperti isu kangkung 2 April,2014
    Pada pandangan saya kelemahan Kerajaan di dalam menangani krisis #MH370 berkisar kepada kegagalan komunikasi. Implikasinya menunjukkan seolah wakil Badan Penyiasat dan Penerbangan Malaysia di dalam taklimat media tidak mengetahui maklumat yang tepat bila memberi maklumat. Dato’ Sri Hishamuddin berjaya mengawal keadaan tetapi akibat kegagalan sebelumnya, tela […]
    Sheih
  • Kepentingan Cukai kepada Rakyat dan Negara. 9 October,2013
    Cukai merupakan satu instrumen ekonomi yang amat penting bagi sesebuah Negara memperolehi hasil atau pendapatan. Hasil daripada Cukai ini di gunakan oleh sesuatu Kerajaan itu untuk mentadbir dan mengurus Negara dan juga bagi perbelanjaaan membangunkan Negara. Cukai yang di kutip ini dibelanjakan oleh Kerajaan bagi tujuan Keselamatan Negara dan Rakyat, pemban […]
    Sheih

RSS THE BASHING SOCIETY

  • Malaysians…..We Need This More Than Ever This Time Round!!! 26 April,2013
    And here we are again….back in a full circle…..and this time all ready and pumped up to finish what we were supposed to have done the 12th General Election 5 years ago. There’s been an avalanche of feeds in my Facebook page this time round, on this General Election and it feels good…….OH BOY!! Does […]
    ErnieJean
  • Quotable Quotes 21 February,2010
    “If he stamps his feet, I will shudder.” – Datin Seri Rosmah, describing her husband; whilst overzealously trying to portray a mousy image of herself. “ … do not provoke him. If he is angry, there is no forgiveness for you.” – again, Datin Seri Rosmah, attempting to conjure a rather fearsome image of her […]
    Oscar the Grouch

RSS PENYU KALER PINK

  • Ya Allah,selamatkan Kelantan ditadbir oleh pemimpin penipu selepas ini.. 28 October,2016
    Semalam, aku ambil masa sehingga pukul 4.15 pagi untuk lihat perbahasan sidang dun negeri Kelantan yang aku tertangguh untuk lihat pada 24-27 oktober . Walaupun aku bukan politician dan tidak menyebelahi mana-mana pihak tapi sebagai rakyat Kelantan, aku prihatin kepada nasib negeri tercinta aku. Maka aku amati isi perbahasan tersebut. Aku rumuskan beberapa p […]
    pinkturtle2
  • Bukti jelas MB,tmb dan exco2 Pa$ tidak pandai urus tadbir negeri utk kepentingan rakyat 17 October,2016
    Kenapa balak Kelantan perlu diswastakan kepada syarikat lain? Sedangkan Kelantan sudah mempunyai satu anak syarikat khusus berkenaan balak dan kayu iaitu Kompleks Perkayuan Kelantan? Adakah dengan menswastakan sumber mineral ini, ia boleh meningkatkan pendapatan negeri dalam sektor pembalakan? Cuba lihat dalam gambar-gambar yang kami sebarkan. Kebanyakan kaw […]
    pinkturtle2

RSS WHAT SUSAN HAS TO SAY

  • “We stand together as sky falls” 5 November,2012
    Skyfall – the latest 007 Bond – is quite a philosophical movie that focuses on the theme of ‘death’. Time has come that even Bond ponders if his work, patriotism or nationalism is worth dying for after a mission in Turkey where he was accidently shot by an accomplice. At the start of the movie, […]
    sloone
  • Merdeka thoughts 2012. 30 August,2012
    Nothing is as sweet as the promise of democracy! That is the clarion call of the rally by Bersih supporters last evening. As oppose to the 1Malaysia-Janji diTepati (promises fulfilled) – BN propaganda theme of this year’s Merdeka. That latter slogan at once invite brickbats and the stare of disapproval from the critical eye. We wonder… […]
    sloone

KALAU ANDA BERBANGSA JEPUN:

Your Japanese Name Is...
Ryozo Askikaga

PHOTOS

6922

untitled

Coigach

Alley in Shemiran (Painting)

All Wrapped Up

Landscape sea-mountain at sunset. Paisaje mar montaña al atardecer.

Wednesday Colours - Postcards from New York

M45 to California Nebula

Bald Eagles

Sakrale Weinberg-Symmetrie ...

More Photos

Top Clicks

  • None
Kelantan Bloggers
All Malaysian Bloggers Project

%d bloggers like this: